Dientry oleh Editor - 08 December, 2012 - 2659 klik
Puncak Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Sulawesi Utara

HMPIBPKMa (Tondano, 06/12/12) Puncak Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) digelar secara khusus di Universitas Negeri Manado (Unima), Tondano,  Kabupaten Minahasa. 

“Hutan Kota Mendorong Terwujudnya Indonesia Hijau” adalah tema yang diangkat dalam peringatan HPMI dan BMN tahun 2012 di Sulawesi Utara.

Acara Puncak Peringatan HMPI tingkat Provinsi Sulawesi Utara dihadiri oleh Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan, Gubernur Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Dirjen Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial (BPDASPS) Kemenhut Hilman Nugroho, serta berbagai unsur pemerinta dan masyarakat di Sulawesi Utara.

Kehadiran Menteri Kehutanan RI di Sulawesi Utara selain dalam rangka kunjungan kerja untuk menghadiri HMPI dan BMN Tingkat Provinsi Sulawesi Utara, juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Dirjen BPDASPS, Dr. Ir. Hilman Nugroho, MP. dengan Rektor  Universitas Negeri Manado (UNIMA), Prof. Dr. Philoteus E.A. Tuerah, MSi., DEA tentang usaha pelestarian dan penyelamatan Danau Tondano untuk kesejahteraan masyarakat.

Rektor UNIMA dalam ucapan selamat datangnya menyampaikan terimakasih kepada Menteri Kehutanan untuk pertama kali datang di UNIMA.  Lahan UNIMA dengan  luas lebih dari 300 Ha perlu penghijauan untuk kepentingan mitigasi dan perubahan iklim apalagi di bawah kampus terdapat Danau Tondano. 

Gubernur Sulut dalam sambutannya mengemukakan Provinsi Sulawesi Utara mendapatkan penghargaan dari Menteri Kehutanan sebagai Juara III dari 33 Provinsi, karena telah berhasil mensukseskan Gerakan Menanam Satu Milyar Pohon melalui penanaman 15,2 juta pohon dalam tahun 2011. Penanaman tersebut  diikuti oleh seluruh komponen masyarakat mulai dari anak SD, SMP, SMA, mahasiswa, ibu-ibu, perusahaan dan perusahaan daerah, PNS, TNI, POLRI, pimipan universitas, dll.  Gubernur juga menyambut baik upaya Menhut untuk menjadikan UNIMA sebagai Botanical Garden.

Dalam awal sambutannya, Menhut memberikan apresiasi terhadap UNIMA sebagai Kampus Hijau (Green Campus).  Secara khusus Menhut mengemukakan 3 hal.  Pertama masyarakat Indonesia harus berterimakasih dan bersyukur karena di tengah krisis ekonomi dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 % atau nomor 2 tertinggi di dunia dan pertumbuhan ekonomi Sulut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Kedua, pemanfaatan sumber daya alam perlu memperhatikan kesatuan ekosistem yang ada, sehingga diperlukan pembangunan yang seimbang dan tidak melebihi daya dukung lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan akan mengancam keberadaan manusia, gangguan cuaca dan kelangkaan pangan.  Kita perlu belajar dari kasus Bangka Belitung, biaya pemulihan lahannya diperlukan 200 kali lipat lebih besar.  

Lebih lanjut Menhut memuji bahwa masyarakat Sulut sudah maju soal lingkungan, karena telah mengenal 3S yakni sentuh tanah, sentuh air dan sentuh budaya.  Sentuh tanah yakni tidak membiarkan tanah kosong. Sentuh air yakni dengan menjaga agar sungai berada di beranda dan sentuh budaya yakni budaya cinta bersih, cinta sehat, dll. 

Hal ketiga Menhut mengingatkan  bahwa 28 November merupakan puncak hari menanam nasional dan bulan Desember merupakan bulan menanam. Semua masyarakat perlu ikut serta dalam kegiatan menanam.  Jika ingin menjadi pribadi yang baik, cerdas dan toleran, kita perlu menanam 10 pohon dipelihara sampai tumbuh menjadi besar, demikian Menhut berpesan.

Menhut juga mengingatkan pentingnya menjaga Danau Tondano agar terhindar dari pendangkalan. Daerah sekitar Danau Tondano harus dijaga kelestariannya serta menyarankan untuk menciptakan Hutan Kota yang tidak saja berfungsi untuk menjaga kelestarian Danau Tondano tetapi juga menjadi paru-paru kota menjadi tempat rekreasi serta berfungsi menurunkan suhu udara.  Danau Tondano memiliki manfaat yang besar bagi Sulut, terutama karena ada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di sana. Artinya, kalau dangkal dan menjadi daratan, akan sangat merugikan masyarakat karena pembangkit PLN pasti tidak akan berfungsi.

UNIMA dengan lahan seluas 300 hektar perlu dihijaukan.  Kementerian Kehutanan memiliki dana  Rp 5 juta per hektar untuk penanaman. Menhut juga berjanji akan membantu Rp 1,5 Milyar untuk penghijauan UNIMA, sehingga UNIMA menjadi kampus di dalam hutan.

Dalam acara ini Menteri bersama Gubernur dan Wakil Gubernur juga melakukan Penanaman Pohon serta menyerahkan bantuan bibit pohon kepada kelompok masyarakat untuk ditanam dalam rangka Gerakan Menanam Satu Milyar Pohon yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah. (MF)***

HMPI

HMPI