Dientry oleh priyo - 27 December, 2015 - 1452 klik
Design Klaster Pembangunan Gaharu di Kabupaten Bangka Tengah

BBPBPTH Yogyakarta (Pangkal Pinang, 17/12/2015)_Pada hari Kamis, tanggal 17 Desember 2015 (17/12) diselenggarakan Public Meeting - Finalisasi Pembangunan Klaster Gaharu di Kabupaten Bangka Tengah. Peserta yang berjumlah kurang lebih 52 orang berasal dari Balai Besar Penelitian BPTH, Balai Litbang Kehutanan Palembang, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bangka Tengah, beberapa SKPD lingkup Kabupaten Bangka Tengah, dan para Petani Gaharu wilayah Bangka Tengah.

Penyelenggaraan kegiatan ini berkat kerjasama dari ITTO Phase II dengan Puslitbang Hutan Bogor, serta kerjasama yang lebih luas pada kegiatan Ramin dan Gaharu yang dilakukan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) dengan koordinator Projectnya yaitu Ir. Charomaini Z.

Public Meeting ini merupakan pembahasan project final mengenai usulan Design Klaster Pembangunan Gaharu di Kabupaten Bangka Tengah yang merupakan lahan potensial untuk produksi gaharu. Gaharu merupakan produk unik dan bernilai tinggi yang perlu dijaga kelestarian produksinya. Hal ini sangat penting agar tetap memberikan nilai tinggi gaharu itu sendiri dan peningkatan nilai ekonomi maupun pendapatan bagi masyarakat petani gaharu, papar ketua Tim ITTO CITES (phase II – CFBTIR) Kluster Gaharu, Ir. Harisetijono, M.Sc. dalam Laporan pelaksanaan kegiatannya. Diharapkan dari pertemuan diskusi ini dapat menghasilkan beberapa hal diantaranya:

  • Penyempuranaan rancangan pembangunan klaster Gaharu di Kabupaten Bangka Tengah
  • Pemaparan mengenai hambatan, permasalahan, baik mengenai kualitas, pemasaran serta kebijakan yang terkait dengan gaharu.
  • Pada akhirnya dapat menjawab siapa melakukan apa dalam peran pembangunan klaster gaharu.

Public Meeting pada kesempatan kali ini dibuka oleh Bupati Bangka Tengah yang diwakili oleh Asisten II Setda Bidang Ekonomi Pembangunan, Kabupaten Bangka Tengah, Ibu Kartina, SH., M.Si. yang memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan workshop ini. Kartina sangat berharap desain pembangunan sistem klaster dapat meningkatkan produksi gaharu dan menjaga kelestarian hutan. Harapan kita bersama semoga dalam public meeting ini desain klaster gaharu yang akan diformulasikan dan menyempurnakan roadmap yang telah disusun oleh dinas perkebunan dan kehutanan bangka tengah dapat segera terwujud; yaitu:

  • Andil dari pemerintah pusat dalam pembangunan klaster gaharu di kabupaten bangka tengah.
  • Adanya penyederhanaan regulasi tentang tataniaga gaharu di tingkat daerah/nasional.
  • Pemerintah daerah dapat mengontrol/mengawal jalannya program klaster gaharu yang dilaksanakan oleh semua stake holders.
  • Implementasi klaster gaharu pertahunnya harus jelas, misalnya jangka waktu 10 tahun, setiap stakeholder punya sumbangan dalam membangun klaster gaharu di kabupaten bangka tengah, tegasnya pada akhir sambutannya.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puslitbang Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Djohan Utama Perbatasari, M.Sc. “Litbang seharusnya memberikan hasil litbang berupa pengetahuan, ilmu dan produknya secara cuma-cuma kepada penggunanya, karena kegiatan litbang juga dibiayai oleh negara, sehingga transfer IPTEK dapat membantu meningkatkan keberhasilan produksi gaharu di Indonesia, khususnya di Kabupaten Bangka Tengah,” tutur Djohan dalam sambutannya.

Pada sesi selanjutnya adalah pemaparan Materi yang disampaikan dalam Public meeting ini diantaranya :

  1. Keberlangsungan Pembangunan Klaster Gaharu di Kabupaten Bangka Tengah oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Tengah, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas yaitu Haruldi, SP
  2. Desain Pembangunan Klaster Gaharu di Kabupaten Bangka Tengah oleh Dr. Ir. Maman Turjaman, DEA, Peneliti Pusat Litbang Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
  3. Beberapa Aspek Perdagangan dan Pasar Gaharu Indonesia oleh Dr. Hariyatno Dwi Prabowo, Peneliti Pusat Litbang Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Paparan secara panel yang dimoderatori oleh Ketua Tim ITTO CITES Ir. Harisetijono, M.Sc berlangsung selama sekitar 2 jam yang dilanjutkan diskusi materi selama 45 menit. Tanggapan yang antusias dari para peserta workshop ini dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan baik dari kalangan peneliti, dinas terkait maupun para petani gaharu.(***ew)

Penulis : BBPBPTH Yogyakarta