Dientry oleh priyo - 30 December, 2015 - 2182 klik
Konservasi Banteng Sebagai Fokus Riset di Taman Nasional Baluran

P3H (Banyuwangi, 18/12/2015)_Salah satu kriteria dalam penentuan aspek riset di Taman Nasional (TN) Baluran, yang dituangkan dalam Masterplan Pengelolaan Stasiun Riset Taman Nasional 2015-2019 adalah mendukung pemecahan masalah dalam upaya konservasi Banteng. Hal ini penting diperhatikan, karena Banteng merupakan satwa kunci yang harus diselamatkan di TN Baluran.

Hal ini disampaikan Lukman Hakim, S.Hut, MP, Kasubbid Pengelolaan Datinfo, Puslitbang Hutan pada penutupan Focus Discussion Group (FGD) Riset dan Implementasinya dalam Pengelolaan Taman Nasional Baluran di Hotel Mirah, Banyuwangi, Jum’at (18/12/2015).

”Mengacu pada Nawacita yang mengharuskan Negara hadir untuk menyelesaikan masalah bangsa dan membangun dari pinggiran, maka peneliti Puslitbang Hutan harus bisa menyampaikan hasil-hasil risetnya kepada pengguna Iptek untuk memecahkan masalah di lapangan,” lanjut Lukman.

 Nara sumber dalam FGD antara lain Ir. Emi Endah Suwarni, MS, Kepala TN. Baluran berbicara Riset dan Implementasinya di TN. Baluran, Bappeda Kab. Situbondo menyampaikan Arah Kebijakan Pemda Kab. Situbondo dalam Mendukung Pengelolaan TN. Baluran, Prof. Sudarmaji menyampaikan Pengembangan Riset di TN. Baluran, serta Dr. Jarwadi memaparkan Kelembagaan Stasiun Riset dalam Mendukung Pengelolaan TN. Baluran.

Menurut Emi, “Invasi Acacia nilotica telah mengancam keutuhan ekosistem alami kawasan dan sebagai habitat utama Banteng di TN Baluran. Dampak invasi jenis ini mengakibatkan menurunnya daya dukung dengan sangat signifikan berkaitan kebutuhan pakan dan ruang. Beberapa penelitian untuk mengatasi masalah ini sudah dikerjakan oleh peneliti Puslitbang Hutan”

Peserta FGD ini sebanyak 25 orang, berasal dari para peneliti, Puslitbang Hutan, Kepala Balai TN. Baluran dan pejabat struktural dan fungsional, para stakeholders sekitar kawasan TN. Baluran baik dari Pemda Kab. Situbondo dan Kab. Banyuwangi, kepala sekolah sekitar TN. Baluran, LSM, perwakilan Perguruan Tinggi, Wartawan lokal.

Menurut Dr. Jarwadi, Dosen Fakultas Kehutanan IPB, bahwa kelembagaan Stasiun Riset TN. Baluran bertujuan untuk membantu mengatasi permaslahan di taman nasional berdasarkan hasil riset. Hal ini disampaikan juga oleh Prof. Sudarmaji, Dosen Universitas Jember.

Hasil FGD ini diharapkan dapat berguna dalam penyusunan Masterplan, SOP Pelaksanaan Kegiatan Riset dan Rancangan Pengelolaan Database Kegiatan Riset di TN. Baluran.

Bappeda Kab. Situbondo siap membantu memikirkan sumber-sumber anggaran riset yang akan diakomodir dalam Masterplan Pengelolaan Stasiun Riset TN. Baluran 2015-2019 baik dari instansi litbang Daerah, lembaga donor internasional maupun nasional, maupun perusahaan swasta dalam bentuk CSR.

Penulis : Lukman Hakim