Dientry oleh Rizda - 29 December, 2015 - 1126 klik
Pembahasan LHP Wujud Akuntabilitas Pelaksanaan Penelitian

BPK Palembang (Palembang, 23/12/2015)_Sebagai wujud akuntabilitas pelaksanaan penelitian, Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Palembang mengadakan Pembahasan Laporan Hasil Penelitian (LHP) di Ruang Rapat Tembesu, Selasa (22/12). 

“Pembahasan LHP ini berlaku tidak hanya di BPK Palembang saja, akan tetapi juga dilaksanakan di seluruh unit pelaksana teknis/satuan kerja dan pusat penelitian di lingkup Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BLI-KLHK),” kata Kepala Balai Penelitian Kehutaan Palembang Ir. Choirul Akhmad, ME saat membuka acara. 

Dalam sambutannya, Ir. Choirul, MM menyampaikan keterlibatan BPK Palembang di lima Rencana Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI) atau 1/3 bagian dari seluruh RPPI yang ditetapkan yaitu Konservasi Sumber Daya Air; Peningkatan Produktivitas Hutan; Sumber Energi Alternatif; Obat-obatan Alternatif Tanaman Hutan; dan Sosial Ekonomi, Kebijakan dan Resolusi Konflik. 

Selain melaksanakan RPPI, BPK Palembang juga mengemban tugas tambahan dengan topik pengembangan yaitu Peningkatan Produktivitas Kayu Pertukangan dan Pengembangan Gaharu yang masing-masing berada di KPH sebagai lokus penelitiannya. 

“Tahun ini kegiatan penelitian tidak menetapkan target yang terlalu strict, sehingga tahun ini hanya “memotret” dan mengidentifikasi masalah di lapangan.  Harapannya tahun depan dapat direncanakan hal yang lebih baik sesuai dengan arahan dan masukan dari narasumber dan berbagai pihak,” tambah Choirul yang berharap dapat menjaring masukan terkait hal-hal yang sudah dilakukan sepanjang tahun 2015 dan memberikan saran untuk pelaksanaan kegiatan penelitian pada tahun-tahun berikutnya. 

Pembahasan ini dibagi ke dalam 3 sesi yang masing-masing diisi pemaparan hasil penelitian yaitu sesi I: (1) Konservasi Sumberdaya Air Berbasis Lanskap Hutan oleh Adi Kunarso, S.Hut.,M.Si; (2) Pengembangan Energi Biomassa sebagai Sumber Energi Terbarukan oleh Hengki Siahaan, S.Hut.,M.Si, dan; (3) Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan: Perspektif Pemanfaatan oleh Komunitas Lokal di Sumatera Selatan oleh Dr. Mamat Rahmat, M.Si. 

Pada sesi II diisi oleh paparan hasil penelitian: (1) Kemitraan Pengelolaan KHDTK Suban Jeriji oleh Bondan Winarno, S.Hut.,MT.,MMG; (2) Strategi Konservasi, Budidaya dan Tata Niaga Rotan Jernang oleh Sahwalita, S.Hut.,MP dan; (3) Pengembangan Tumbuhan Berkhasiat Obat Degeneratif dan Metabolik di Sub Regional Sumbagsel oleh Ir. Asmaliyah, M.Sc.  

Sesi terakhir diisi oleh paparan hasil penelitian: (1) Peningkatan Produktivitas Kayu Pertukangan Sebagai Komuditas Usaha KPH oleh Ir. Abdul Hakim Lukman, M.Si; (2) Pengembangan Tanaman Gaharu  di KPHP Lakitan oleh Drs. Agus Sofyan, M.Sc dan; (3) Restorasi Hutan Lahan Basah dengan Pola Kemitraan oleh Ir. Bastoni, M.Si.

Berbagai saran/masukan bersifat substansial disampaikan oleh Prof. Dr. M. Bismark, MS sebagai narasumber, dan Dr. Enny Widyati, M.Si serta Dr. Maman Turjaman, DEA yang juga turut hadir sebagai koordinator RPPI.

Pembahasan LHP ini dihadiri 75 peserta yang terdiri dari Koordinator RPPI, perwakilan dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan Sumatera, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan, serta seluruh fungsional peneliti dan teknisi serta pejabat struktural lingkup BPK Palembang.***Soe

Penulis : Suningsih