Dientry oleh Tuti - 29 December, 2016 - 1020 klik
BP2LHK Banjarbaru Transfer Teknologi Budidaya Cendana ke Petani Desa Telaga Langsat

BP2LHK Banjarbaru (Telaga Langsat, 31/12/2016)_Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru bekerjasama dengan Konsorsium Pusat Unggulan Perguruan Tinggi (PU PT) Pengelolaan Hutan Tropis Berkelanjutan (PHTB) menyelenggarakan kegiatan transfer “Teknologi Budidaya Cendana” kepada petani di Desa Telaga Langsat, Senin (19/12).

 “Kegiatan transfer teknologi ini merupakan respon terhadap permintaan petani yang disampaikan kepada menteri LHK,” kata Winingtyas Wardani, Kasie Data, Informasi dan Kerjasama (DIK) dalam sambutannya.

Wining menyatakan permintaan maaf dari BP2LHK Banjarbaru karena tidak segera merespon permintaan masayarak/petani di Desa Telaga Langsat. Hal ini disebabkan karena keterbatasan biji cendana di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Permintaan tersebut baru bisa dipenuhi sekarang karena terkendala dalam pembelian biji cendana. Biji cendana dibeli dari Wonosari DIY. Pemesanan sudah dilakukan sejak Bulan Oktober, tetapi baru bisa dipenuhi di Bulan Desember ini,”kata Wining.

Wining berharap dengan adanya kegiatan transfer teknologi budidaya cendana ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Rizikani, Kepala Desa Telaga Langsat menyatakan bahwa minat petani di Desa Telaga Langsat untuk budidaya cendana sangat tinggi. Sayangnya, pengetahuan petani masih minim sehingga keberhasilan budidaya cendana tersebut minim atau tidak berhasil.

“Beberapa petani di desa ini pernah mencoba menyemaikan cendana, tapi sejauh ini belum ada yang berhasil,”kata Rizikani.

Rizikani berharap dengan adanya transfer teknologi budidaya dari BP2LHK Banjarbaru dan PUPT PHTB ini dapat menularkan ilmunya kepada masyarakat atau petani di Desa Telaga Langsat  sehingga masyarakat mengetahui teknik budidaya cendana yang benar dan nantinya akan mendpaatkan hasil yang optimal.

“Kami mersa sangat beruntung bisa langsung belajar kepada ahli atau penelitinya,”kata Rizikani.

Disisi lain, Ahmad Rofiqi , Kepala Bidang Rehabiitasi Hutan dan Lahan yang mewakili Kepala Dinas Kehutanan tanah Laut memberikan apresiasi besar kepada BP2LHK Banjarbaru yang telah memberikan respon cepat atas permintaan masyarakat atau petani di Desa Telaga Langsat.

Rofiqi berharap agar petani Desa Telaga Langsat dapat mengambil ilmu yang diberikan selama kegiatan berlangsung yang selanjutnya dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang diberikan dalam kegiatan yang diikuti oleh 23 peserta disampaikan Rusmana dan Budi Hermawan. Rusmana menyampaikan materi tentang seluk beluk budaidaya cendana mulai dari pengunduhan buah, ektraksi biji, pembuatan bibit, sampai dengan penanamannya. Sedangkan Budi Hermawan menunjukkan kepada peserta biji cendana yang baik dan yang kurang baik.

“Cendana memerlukan inang dalam pembibitannya.  Tanaman inang yang bisa digunakan yaitu krokot atau tanaman  cabai. Tanaman inang ini ditanaman dalam satu  polybag dengan cendana yang akan disemaikan.  Setelah tinggi bibit tanaman mencapai 25 cm, semai siap ditanam di lapangan. Penanaman dilapangan juga tetap memerlukan inang,”kata Rusmana menjelaskan materinya.

Untuk lebih memahami teknik budidaya, Budi menunjukkan cara membuat bibit cendana yang benar dan baik. Menurutnya, semua hasil akan lbaik apabila pembibitannya juga baik.

Dalam kegiatan ini, BP2LHK Banjarbaru memberikan bantuan berupa 4 kg biji cendana yang diterima langsung oleh Kepala Desa Telaga Langsat, sebagai sarana uji ciba bagi petani yang berminat membudidayakan cendana.*

 

Informasi Lebih Lanjut:

Balai Litbang Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Banjarbaru

url : http://foreibanjarbaru.dephut.go.id atau http://www.foreibanjarbaru.or.id

Jl Ahmad Yani Km.28,7 Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70721, Telp. 0511 -4707872, Fax.  0511 - 4707872

Penulis : Tim Web BP2LHK Banjarbaru