Dientry oleh Risda Hutagalung - 17 December, 2019 - 449 klik
Cari Rujukan Strategi Pengajuan PUI, Puslitbangwas BPKP Kunjungi BP2LHK Aek Nauli

BP2LHK Aek Nauli (Aek Nauli, Desember 2019) _Dalam rangka mencari rujukan (benchmarking) terkait strategi dalan pengajuan Pusat Unggulan Iptek (PUI), dua perwakilan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengawasan (Puslitbangwas) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berkunjung ke BP2LHK Aek Nauli, Kamis (12/12/2019). 

Dalam pengantarnya saat berdiskusi, Jamason Sinaga, Kabid. Pengembangan Inovasi dan Pengawasan Puslitbangwas menyampaikan bahwa tujuan benchmarking ini adalah untuk menggali informasi tentang strategi pengajuan dan pengelolaan PUI yang sudah diterapkan oleh BP2LHK Aek Nauli, sehingga nantinya bisa menjadi rujukan untuk diterapkan di Puslitbangwas BPKP. 

“Jadi kami ke sini ingin tahu langkah-langkah yang diterapkan oleh BP2LHK Aek Nauli sehinga bisa menjadi lembaga PUI dan bagaimana cara pengelolaannya,” kata Jamason yang didampingi Bambang Yulianto, Kabag. Tata Usaha. 

Menanggapi hal tersebut, mewakili Kepala BP2LHK Aek Nauli, Kepala Seksi Data, Informasi, dan Kerjasama BP2LHK Aek Nauli, Ismed Syahbani, S,Hut, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Ismed juga menyampaikan bahwa sebagai lembaga PUI “Pengelolaan Hutan Tropis Dataran Tinggi”, BP2LHK Aek Nauli pada tahun 2018 dan 2019 masih dalam tahap pembinaan. 

“Agak surprise juga kami yang jauh ini dikunjungi oleh Puslitbangwas BPKP, sedangkan di Jakarta saja ada banyak lembaga yang sudah ikut PUI,” ungkap Ismed. “Memang balai kami sudah ikut program PUI ini sejak dua tahun lalu, namun tahun 2018 dan 2019 ini balai kami masih masuk tahap pembinaan, tapi kami tetap termotivasi supaya target kami tahun depan sudah bisa ditetapkan,” tambah Ismed. 

Selanjutnya, Dr. Aswandi, S.Hut, M.Si, selaku Koordinator PUI BP2LHK Aek Nauli memaparkan tentang PUI “Pengelolaan Hutan Tropis Dataran Tinggi” yang dilanjutkan dengan diskusi dengan seluruh peneliti BP2LHK Aek Nauli. 

Banyak hal menarik yang disampaikan dan dibahas dalam diskusi, antara lain hal yang mendorong untuk mengikuti program PUI, langkah dan tahapan yang dilakukan, jadwal tahapan, tantangan dan hambatan, anggaran, dukungan dari pusat, serta saran-saran supaya pengelolaan PUI lebih lancar dan efisien. 

Perwakilan Puslitbangwas BPKP sangat antusias dan mengapresiasi sekali paparan dan diskusi yang terjadi. Menurut mereka, hasil diskusi tersebut menambah amunisi dan membuat mereka semakin termotivasi untuk segera mengikuti program PUI. 

“Walau sebenarnya kami tidak ada peneliti, hanya auditor atau akuntan saja, tapi dengan dengan hasil diskusi ini, kami menjadi lebih semangat dan termotivasi,” ungkap Bambang. 

“Terima kasih sudah mau berbagi, walaupun akan lebih banyak tugas yang harus dilakukan, tapi dengan semangat tim dan penetapan fokus keunggulan yang dicontohkan oleh BP2LHK Aek Nauli, kami yakin pasti bisa menjadi lembaga PUI,” pungkasnya.***MB

Penulis : Tim website