Dientry oleh Dyah Puspasari - 18 December, 2019 - 910 klik
FORDA Youth: Ajak Generasi Muda Cintai Alam

BLI (Bogor, Desember 2019)_Selasa pagi yang cerah (17/12) di Kampus Badan Litbang dan Inovasi (BLI) semakin ceria dengan kehadiran seratus siswa kelas V dan guru Sekolah Dasar Rimba Putra, Bogor. Mereka hadir untuk mengikuti progam FORDA Youth yang digelar Perpustakaan R.I. Ardikoesoema, Sekretariat BLI dalam rangka mengajak generasi muda, terutama generasi Z untuk semakin mengenal dan mencintai alam. 

Bertema “Serunya Berbagi Cerita tentang Hutan, Satwa dan Lingkungan”, kegiatan perdana FORDA Youth ini digelar di area arboretum dan penangkaran rusa BLI. Anak-anak diajak untuk melakukan ekoliterasi dengan cara mendengarkan dongeng tentang alam serta membaca buku di mobile library. Tujuannya, untuk menumbuhkan kesadaran generasi Z tentang manfaat hutan dan kekayaan alam serta ancaman kelestariannya. Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai permainan dan kuis seru berhadiah serta berfoto di booth Instagram @bli_klhk.

“Pagi, pagi, pagi. Aku cinta alam..!” seru Nurshadrina Khairadhania, seorang blogger dari Depok, mengajak anak-anak berseru dan bersemangat di awal acara. Kak Dhania, panggilan akrabnya, menjadi fasilitator kegiatan mendongeng yang akan dibawakan oleh Drs. Bugi Sumirat, M.Phil, peneliti Puslitbang Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI), yang juga seorang pendongeng. 

Di bawah rindang pepohonan arboretum dan semilir angin pagi yang berhembus, anak-anak terlihat sangat menikmati suasana. Dengan spontan mereka berfoto di booth Instagram dan melihat-lihat buku di mobile library serta mengamati alam sekitar, termasuk rusa di penangkaran. 

“Masuk ke sini itu, tempatnya sejuk, banyak pohon, rindang,” ungkap Nezar saat ditanya kesannya masuk Kampus BLI.  

Acara dibuka oleh Sekretaris BLI, Dr. Sylvana Ratina. Dalam sambutannya, Sylvana menjelaskan sekilas tentang BLI dan hutan. “Hutan adalah suatu ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi oleh pepohonan,” jelas Sylvana, kepada anak-anak yang hadir. 

“Di sini, anak-anak dapat melihat pohon-pohon. Pohon ini ada KTP nya, lho,”lanjut Sylvana.  Para siswa yang membawa HP android dapat memotret barcode yang ada di pohon untuk mengetahui nama jenis pohon tersebut. 

Diakhir sambutannya, Sylvana mengajak anak-anak untuk memanfaatkan BLI sebagai sarana pembelajaran yang lengkap tentang hutan dan kehutanan.  Peneliti, laboratorium, arboretum, herbarium, xylarium dan Perpustakaan R.I Ardikusuma selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar.  Sylvana juga berpesan agar anak-anak untuk selalu menjaga alam dengan cara menanam pohon, membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan diri. 

Si Otan: Mari Jaga Alam 

Kak Bugi, bersama boneka orangutan yang akrab dipanggil Si Otan, dengan atraktif bercerita tentang pentingnya alam bagi kehidupan manusia. Si Otan mengajak anak-anak untuk menjaga alam, baik dengan menanam pohon, menghemat kertas serta menjaga kebersihan. Selain itu, Si Otan juga mengenalkan satwa dan tumbuhan yang dilindungi di Indonesia, untuk menambah pengetahuan anak-anak tentang sumber daya alam hayati Indonesia. Didampingi Kak Dhania, acara mendongeng berlangsung ceria, aktraktif dan partisipatif. 

Pohon Harapan 

Setelah mendengarkan dongeng, anak-anak diminta menuliskan tentang harapannya di sebuah kertas.  Ditempelkan di “pohon harapan”, melalui kertas tersebut dapat disaksikan betapa anak-anak sangat mendambakan masa depan lingkungan yang baik.

Salah seorang di antaranya menulis “Keinginanku semoga anak-anak generasi depan, dapat melihat keindahan alam Indonesia”.  Kegiatan ini juga sangat menginspirasi dan memotivasi mereka untuk menjaga alam.  Acara kemudian dilanjutkan dengan membaca buku di mobile library dan berfoto bersama. 

FORDA Youth merupakan satu icon baru di Badan Litbang dan Inovasi (BLI), sebagai sebuah upaya untuk berkontribusi menumbuhkan generasi muda yang mengenal, memahami dan mencintai alam serta mampu berbuat untuk lingkungan hidup dan kehutanan yang lebih baik di masa depan.*(DP)

Penulis : Dyah Puspasari