Dientry oleh admin - 18 November, 2011 - 2771 klik
Gelar IPTEK Kehutanan untuk Penyuluh dan Widyaiswara

Memperkokoh jejaring kerja dan meningkatkan sinergitas antara peneliti, penyuluh dan widyaiswara melalui Forum Litbang Diklatluh adalah strategi yang dijalankan oleh Badan Litbang Kehutanan dalam menyebarluaskan hasil-hasil IPTEK kehutanan. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target 60% paket iptek kehutanan diadopsi atau dimanfaatkan pengguna, sebagaimana komitmen Badan Litbang Kehutanan dalam Renstra 2010-2014. Hal ini ditegaskan kembali oleh Bapak Kepala Badan Litbang Kehutanan, Dr. Tachrir Fathoni dalam sambutannya, bahwa 60% hasil litbang harus dapat memenuhi kebutuhan para pengguna.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Gelar Hasil Litbang Kehutanan pada tanggal 3-4 Nopember 2011 di Hotel Papyrus Bogor.  Sebanyak 25 hasil IPTEK Badan Litbang Kehutanan yang praktis dan tepat guna ditampilkan dan didiskusikan bersama antara peneliti, penyuluh dan widyaiswara dalam acara ini.  Melalui acara ini diharapkan hasil-hasil IPTEK tersebut dapat digunakan sebagai bahan pengajaran bagi widyaiswara dan bahan penyuluhan oleh penyuluh kepada masyarakat luas sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kehutanan.

Gelar Hasil Litbang Kehutanan ini terbagi dalam 4 sesi diskusi yaitu:

1. Hasil IPTEK terkait Litbang Konservasi dan Rehabilitasi , yang menampilkan materi:
  1. ATHUS: Alat Takar Hujan Sederhana untuk Mendukung Sistem Peringatan Dini Banjir 
  2. Listrik Mikrohidro “Lestari Hutanku, Terang Desaku”
  3. KOFFO System: Teknik Perbanyakan Bibit secara Massal
  4. Mikoriza untuk Keberhasilan Kebun Bibit Rakyat (KBR)
  5. Bio-reklamasi dan Bio-rehabilitasi pada Lahan Pasca Tambang dan Rawa Gambut
  6. Peta Perwilayahan Jenis-jenis Pohon Andalan untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan
  7. Menyelamatkan Ramin melalui Penyempurnaan Sistem Silvikultur Pengelolaan Hutan Rawa Gambut
  8. Penangkaran Rusa: Teknologi Konservasi Ex-Situ
  9. Meningkatkan Produksi Gaharu dengan Teknik Rekayasa

2. Hasil IPTEK terkait Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, yang menampilkan materi:

  1. Alat Ukur Diameter Pohon (WESYAN)
  2. Tinta Pemilu Pewarna Alami: Aman, Ramah Lingkungan dan ekonomis
  3. Aplikasi Animasi 3D Anatomi Kayu: Alat Bantu Pembelajaran Kayu Secara Mandiri
  4. Tanin & Lignin Acacia mangium: Bahan Perekat Kayu Majemuk Masa Depan
  5. Formulasi Bahan Pengawet Lokal: Lebih Baik dari Produk Impor
  6. Produksi Arang Terpadu: Teknologi yang Pro Rakyat
  7. Bambu Lamina: Bahan Alternatif untuk Mebel dan Desain Interior

3. Hasil IPTEK terkait Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan, yang menampilkan materi:

  1. Pita Volume Pohon Berdiri: Inovasi Alat Ukur Volumetrik untuk Petani
  2. Alat Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan: Portable dan Ekonomis dan Efektif di Lahan Kering/Gambut
  3. Gulma Bahan Baku Kompos Potensial: Meningkatkan Kesuburan Lahan Gambut 
  4. Multisistem Silvikultur, Menjadikan Pemanfaatan Hutan Produksi yang Lebih Baik
  5. Mengembalikan Kejayaan Cendana
  6. Kranji: Alternatif Bahan Baku Energi Terbarukan yang Potensial

4. Hasil IPTEK terkait Litbang Perubahan Iklim dan Kebijakan, yang menampilkan materi:

  1. Pedoman Pengukuran Karbon untuk Mendukung Penerapan REDD+ di Indonesia
  2. Software Neraca Sumber Daya Hutan
  3. Software Mutan (Model Ekonomi Usaha Tani Hutan)

Acara ini mendapat tanggapan positip dari para peserta khususnya penyuluh dan widyaiswara, antara lain masukan untuk penjelasan lebih lanjut baik melalui pelatihan maupun buku juknis sehingga dapat memudahkan transfer informasi dan aplikasi di lapangan.  Sebagai tahap awal, informasi lebih lanjut dapat menghubungi para peneliti  secara langsung melalui alamat e-mail yang tercantum dalam setiap materi pada buku/CD seri iptek yang dibagikan, atau dapat melalui e-mail datinfo@forda-mof.org.