Dientry oleh Risda Hutagalung - 30 July, 2021 - 48 klik
BKSDA Yogyakarta Translokasi 25 Ekor Satwa Endemik Asal Papua

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melakukan translokasi 25 ekor satwa endemik Papua ke habitat aslinya. Satwa-satwa yang ditranslokasikan ke Papua yaitu dua ekor kasuari gelambir ganda, dua ekor buaya irian, satu ekor cendrawasih minor, dan 20 ekor labi-labi moncong babi.

Kepala Balai KSDA Yogyakarta Muhammad Wahyudi menjelaskan satwa-satwa tersebut dikirim ke Papua melalui jalur udara, pada Rabu (28/7) sore dengan rute Bandara Yogyakarta International Airport, transit di Bandara Soekarno Hatta Jakarta, dan dijadwalkan tiba di Jayapura, Kamis (29/7) pagi.

“Semua satwa dinyatakan dalam kondisi sehat setelah melalui rangkaian test kesehatan PCR dan Serologi di Balai Besar Veteriner Wates, serta pengecekan kesehatan di Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta. Handling satwa dalam kandang angkut dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan satwa sehingga diharapkan satwa dapat tiba di tempat tujuan dengan aman dan sehat,” terangnya saat melepaskan satwa yang akan ditranslokasikan, di Yogyakarta, Rabu (28/7).

Satwa yang ditranslokasikan merupakan satwa endemik Papua yang dilindungi undang-undang. Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, semua berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar dan termasuk appendix I CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Satwa-satwa tersebut merupakan hasil sitaan Ditpolairud Polda DIY, Ditreskrimsus Polda DIY, Polres Magelang, Polres Bantul, serta penyerahan masyarakat yang selama ini dititiprawatkan di Lembaga Konservasi di DIY (GL Zoo dan Wild Rescue Center - Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (WRC – YKAY)) serta Pusat Penyelamatan Satwa Balai KSDA Yogyakarta di Stasiun Flora Fauna Bunder.

Wahyudi mengungkapkan bahwa Balai KSDA Yogyakarta berusaha mewujudkan upaya penyelamatan satwa melalui kegiatan translokasi maupun pelepasliaran satwa ke alam. Hal tersebut sejalan dengan arahan Direktur Jenderal KSDAE bahwa satwa hasil perdagangan ilegal serta penyerahan masyarakat agar segera dikembalikan ke habitatnya.

“Untuk itu, terhadap semua satwa yang berhasil diselamatkan Balai KSDA Yogyakarta selanjutnya akan dilakukan assesment untuk tindakan selanjutnya apakah dilepasliarkan atau ditranslokasikan terlebih dahulu,” jelas Muhammad Wahyudi.

Lebih lanjut, Wahyudi menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang baik berbagai pihak sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Balai KSDA Yogyakarta telah bekerjasama dengan berbagai pihak terkait seperti Polda DI Yogyakarta, Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, PT Angkasa Pura I Yogyakarta serta Lembaga Konservasi dalam penyelamatan dan pelestarian satwa dilindungi Undang-undang melalui kegiatan penegakkan hukum dan sosialisasi/penyuluhan.

Kegiatan ini juga merupakan kerjasama Balai Konservasi Sumberdaya Alam Yogyakarta dengan mitra kerja Gembira Loka Zoo, Wildlife Rescue Centre - Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (WRC – YKAY), serta PT Garuda Indonesia Airlines. Secara khusus, Wahyudi mengucapkan terimakasih kepada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, serta  Balai Besar KSDA Papua yang telah mendukung program translokasi satwa endemik Papua ini

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua pihak dalam rangka penyelamatan dan pelestarian khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Wahyudi.

Kegiatan translokasi ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2021. KLHK melakukan translokasi dan pelepasliaran satwa di seluruh wilayah kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) secara serentak dan simultan, mulai dari Bulan Mei hingga Desember 2021, dengan mengambil tema: “Living In Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara”.  

_________________

Sumber: http://ppid.menlhk.go.id/berita/siaran-pers/6074/bksda-yogyakarta-translokasi-25-ekor-satwa-endemik-asal-papuav