FOKUS LITBANG

12:00 am, 20 June 2016

Masih Adakah Masa Depan Pohon Kapur?

🕔 12:00 am, 20 June 2016 - 186 klik
Oleh Peneliti Silvikultur BP2LHK Aek Nauli--- Bicara tentang pohon kapur, kita dibawa kembali ke masa lalu, masa-masa ketika kristal kapur atau kamper dikirim ke berbagai penjuru dunia dan menjadikan daerah Barus di Tapanuli, Sumatera Utara terkenal sebagai pelabuhan internasional.
07:54 am, 17 June 2016

Peran Penting Pola Agroforestry terhadap Hasil Air di DAS Cisadane

🕔 07:54 am, 17 June 2016 - 210 klik
BP2TA (Ciamis, 16/06/2016)_Pola agroforestry pada lahan tegalan di wilayah DAS Cisadane ternyata mampu memperbaiki kualitas dan kuantitas pada DAS tersebut dibandingkan apabila lahan tersebut digunakan sebagai pertanian atau perkebunan atau lahan kosong. Pola tersebut mampu menaikkan base flow sebesar 11,9 m3/dt dan menurunkan debit peak surface flow sebesar 4,02 m3/dt. Selain itu, juga bisa menurunkan konsentrasi sedimen 90,47 mg/l.
11:09 am, 15 June 2016

Rawa Gambut Lestari dengan Agrosilvofishery

🕔 11:09 am, 15 June 2016 - 295 klik
BP2LHK Palembang (Palembang, 15/06/2016)_“Penerapan pola agrosilvofishery merupakan salah satu cara untuk membuat lahan rawa gambut yang marjinal menjadi lestari dan BP2LHK Palembang sudah mengembangkan pola ini sejak tahun 2002,” kata Ir. Bastoni, M.Si, peneliti lahan rawa gambut BP2LHK Palembang, Rabu (15/06).

Lindungi 2.500 Ekor Orangutan, Para Pihak Rencanakan Pengelolaan Kolaboratif KEE Wehea-Kelay

🕔12:00 am, 24 June 2016 - 13 klik

Balitek KSDA (Samboja, 23/06/2016)_Rencana penetapan bentang alam Wehea-Kelay dengan luas lebih dari 500 ribu hektar sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) merupakan salah satu upaya penyelamatan orangutan dengan populasi terbesar di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 2.500 individu sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Serge Wich, dkk yang diterbitkan dalam Jurnal Oryx tahun 2008.

Degradasi Lahan Jangan Sampai Mengancam Ketahanan Pangan

🕔12:00 am, 24 June 2016 - 173 klik

BP2LHK Manado (Manado, 22/6/2016)_Degradasi lahan janganlah sampai mengancam pembangunan Indonesia, khususnya ketahanan pangan pada masa mendatang. Untuk memutus lingkaran setan (vicious circle) degradasi lahan, kemiskinan, kerawanan ketersediaan air maka eksistensi hutan sangat penting. Hal tersebut pesan Dr. Hilman Nugroho, Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, yang disampaikan oleh Kepala BPDAS Tondano, Ir. Aris Sutjipto, M.M

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran dan Harga Ekspor Gaharu Indonesia

🕔12:51 pm, 23 June 2016 - 202 klik

Puslitbang Hutan (Bogor, 21/06/2016)_Dalam Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Volume 12 Nomor 2, Agustus 2015, Diana Septiningrum, peneliti Pusat Litbang Hutan dan tim mengatakan terdapat tiga faktor yang mempengaruhi penawaran ekspor gaharu Indonesia yaitu produksi gaharu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dan dummy gaharu budidaya. Sedangkan faktor yang mempengaruhi harga ekspor gaharu Indonesia adalah produksi gaharu dan harga gaharu dunia.

Read More